Kamis, 24 Mei 2012

INTERAKSI DESA KOTA


INTERAKSI DESA KOTA

Masyarakat pedesaan dan perkotaan bukanlah dua komunitas yang terpisah sama sekali satu sama lain. Bahkan dalam keadaan yang wajar di antara keduanya terdapat hubungan yang erat, bersifat ketergantungan, karena di antara mereka saling membutuhkan. Kota tergantung pada desa dalam memenuhi kebutuhan warganya akan bahan-bahan pangan seperti beras, sayur - mayur, daging dan ikan. Desa juga merupakan sumber tenaga kasar bagi jenis - jenis pekerjaan tertentu di kota, misalnya saja buruh bangunan dalam proyek - proyek perumahan, proyek pembangunan atau perbaikan jalan raya atau jembatan dan tukang becak. Mereka ini biasanya adalah pekerja-pekerja musiman. Pada saat musim tanam mereka, sibuk bekerja di sawah. Bila pekerjaan di bidang pertanian mulai menyurut, sementara menunggu masa panen mereka merantau ke kota terdekat untuk melakukan pekerjaan apa saja yang tersedia.
     Sebaliknya, kota menghasilkan barang-barang yang juga diperlukan oleh orang desa seperti bahan-bahan pakaian, alat dan obat - obatan pembasmi hama pertanian, minyak tanah, obat - obatan untuk memelihara kesehatan dan alat transportasi. Kota juga menyediakan tenaga - tenaga yang melayani bidang - bidang jasa yang dibutuhkan oleh orang desa tetapi tidak dapat dilakukannya sendiri, misalnya saja tenaga - tenaga di bidang medis atau kesehatan, montir - montir, elektronika dan alat transportasi serta tenaga yang mampu memberikan bimbingan dalam upaya peningkatan hasil budi daya pertanian, peternakan ataupun perikanan darat.
      Dalam kenyataannya hal ideal tersebut kadang-kadang tidak terwujud karena adanya beberapa pembatas. Jumlah penduduk semakin meningkat, tidak terkecuali di pedesaan. Padahal, luas lahan pertanian sulit bertambah, terutama di daerah yang sudah lama berkembang seperti pulau Jawa. Peningkatan hasil pertanian hanya dapat diusahakan melalui intensifikasi budi daya di bidang ini. Akan tetapi, pertambahan hasil pangan yang diperoleh melalui upaya intensifikasi ini, tidak sebanding dengan pertambahan jumlah penduduk, sehingga pada suatu saat hasil pertanian suatu daerah pedesaan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan penduduknya saja, tidak kelebihan yang dapat dijual lagi. Dalam keadaan semacam ini, kotaterpaksa memenuhi kebutuhan pangannya dari daerah lain, bahkan kadang - kadang terpaksa mengimpor dari luar negeri. Peningkatan jumlah penduduk tanpa diimbangi dengan perluasan kesempatan kerja ini pada akhirnya berakibat bahwa di pedesaan terdapat banyak orang yang tidak mempunyai mata pencaharian tetap. Mereka ini merupakan kelompok pengangguran, baik sebagai pengangguran penuh maupun setengah pengangguran. 
Desa dan kota mempunyai keterkaitan yang erat antara keduanya yang sebenarnya dapat saling menguntungkan. Bahan pangan seperti beras, sayur-mayur, rempah-rempah, ataupun hewan ternak yang biasa kita konsumsi sehari-hari sebagian besar terdapat dipedesaan dengan masyarakat desa sebagai pengelolanya. Sebaliknya, penduduk pedesaan memerlukan masyarakat kota untuk menjual bahan pangan tersebut dengan harga yang lebih tinggi karena dari sisi perekonomian penghasilan masyarakat kota cenderung lebih tinggi dari masyarakat desa. Ini terjadi mungkin karena beberapa factor seperti keterbatasan akses transportasi, komunikasi, informasi dan teknologi yang kurang banyak di desa dibandingkan kota.

Perbedaan paling menonjol adalah kegiatan penduduk yang juga menjadi fungsi utama. Kegiatan utama penduduk desa berada di sektor ekonomi primer yaitu bidang agraris. Kehidupan ekonomi terutama tergantung pada usaha pengelolaan tanah untuk keperluan pertanian, peternakan dan termasuk juga perikanan darat. Sedangkan kota merupakan pusat kegiatan sektor ekonomi sekunder yang meliputi bidang industri, di samping sektor ekonomi tertier yaitu bidang pelayanan jasa. Jadi kegiatan di desa adalah mengolah alam untuk memperoleh bahan-bahan mentah, baik bahan kebutuhan pangan, sandang maupun lain-lain bahan mentah untuk memenuhi kebutuhan pokok manusia. Sedangkan kota mengolah bahan-bahan mentah yang berasal dari desa menjadi bahan-bahan asetengah jadi atau mengolahnya sehingga berwujud bahan jadi yang dapat segera dikonsumsikan. Dalam hal distribusi hasil produksi ini pun terdapat perbedaan antara desa dan kota. Di desa jumlah ataupun jenis barang yang tersedia di pasaran sangat terbatas. Di kota tersedia berbagai macam barang yang jumlahnya pun melimpah. Bahkan tempat penjualannya pun beraneka ragam. Ada barang-barang yang dijajakan di kaki-lima, dijual di pasar biasa di mana pembeli dapat tawar-menawar dengan penjual atau dijual di supermarket dalam suasana yang nyaman dan harga yang pasti. Bidang produksi dan jalur distribusi di perkotaan lebih kompleks bila dibandingkan dengan yang terdapat di pedesaan, hal ini memerlukan tingkat teknologi yang lebih canggih. Dengan demikian memerlukan tenaga-tenaga yang memilki keahlian khusus untuk melayani kegiatana produksi ataupun memperlancar arus distribusinya.
Perbedaan kota dan wilayah pedesaan dari prioritas dalam analisis. Jika dalam perkotaan akan diprioritaskan untuk mengetahui fungsi layanan dari kota tersebut. Jenis fungsinya yang sekunder dan tersier. Mana yang lebih dominan dan seberapa besar jangkauannya. Ketika menganalisis fungsi ini juga akan diperhatikan managemen dari kota tersebut. Dan analisisnya juga akan terpaku untuk menganalisis perbagian kota – kota secara detail misal suatu kawasan dalam perkotaan yang memiliki ciri khas tertentu. Dan analisis yang dilakukan biasanya bersifat messo ke mikro. Sedangkan untuk wilayah pedesaan akan berlaku sebaliknya. Analisisnya akan lebih bersifat komparasi dan mencari pola umum atau keragaman dalam suatu wilayah pedesaan itu. Semisal wilyah pedesaan ini memiliki berbagai potensi sumber daya, maka akan dicari pola umumnya yaitu paling dominan potensi A. Dan dilihat juga perbandingannya dengan daerah sekitarnya secara potensi yang kemudian akan menjadi analisis interaksi antara wilayah pedesaan. Sifat analisis bersifat makro ke messo, memperhatikan distribusi spasialnya dan karakternya yang primer.
            Maka dari itu hubungan desa dan kota harus diseimbangkan sehingga tidak menimbulkan kesenjangan satu sama lain. Diperlukan kesadaran masing-masing pihak untuk mengatasi permasalahan yang muncul. Mulai dari mencoba menciptakan lapangan pekerjaan sendiri seperti wira usaha atau loka karya. Selain itu desa dan kota juga harus membatasi tingkat konsumsi bahan pangan yang semakin menipis akibat lahan pertanian dan peternakan yang semakin sempit.Apalagi kedua belah pihak juga harus berperan dalam melestarikan lingkungan masing-masing agar terhindar dari polusi yang menghantui setiap wilayah.
Faktor Interaksi Desa - Kota
faktor tersebut dikemukakan oleh Edward Ulman yang terdiri dari faktor - faktor, yaitu :
  1. Adanya wilayah – wilayah yang saling melengkapi (regional complementarity) artinya, terdapat kebutuhan timbal balik antar wilayah sebagai akibat adanya perbedaan potensi yang dimiliki oleh tiap wilayah.
  2. Adanya kesempatan untuk berintervensi (intervening opportunity) artinya, kedua wilayah memiliki kesempatan melakukan hubungan timbal balik serta tidak ada pihak ketiga yang membatasi kesempatan itu. Adanya campur tangan /intervensi pihak ketiga (wilayah ketiga) dapat menjadi  penghambat atau melemahkan interaksi antara dua wilayah.
  3. Adanya kemudahan transfer/ pemindahan dalam ruang (spacial transfer ability) artinya kemudahan transfer atau pemindahan dalam ruang baik manusia, informasi ataupun barang sangat bergantung dengan faktor jarak, biaya angkasa (transportasi) dan kelancaran prasarana transportasi. Jadi semakin mudah transferbilitas, maka akan semakin besar arus komoditas
Dari tiga faktor diatas maka dibawah ini akan dibahas tentang salah satu dari faktor tersebut yakni adanya wilayah yang saling melengkapi yang akan menitik beratkan pada perbedaan suatu wilayah yang dari perbedaan tersebut dapat saling melengkapi satu sama lain, dilihat dari potensi pada desa yang dapat melengkapi kebutuhan kota dan potensi kota yang akan melengkapi kebutuhan desa.
Ø  Perbedaan kota dan desa
Kota dan desa merupakan tempat suatu kesatuan penduduk. Kota dan desa memilikiperbedaan yang sangat significant. Yang membuat kota berbeda dengan desa menurut kami adalah karena perbedaan pola fikir dan sudut pandang yang dianut penduduknya itu sendiri. Ada beberapa perbedaan antara kota dan desa diantaranya:

1.      Nilai sosial pada penduduk 
Nilai social antar penduduk kota dan desa merupakan salah satu hal yang paling terlihat perbedaanya. Bisa kita lihat jika didesa para penduduk berlomba-lomba untuk bergotong royong dalam membantu tetangga sekitar dan juga biasanya penduduk desamenghabiskan waktu senggang mereka untuk melakukan kegiatan bersama tetanggalainnya sedangkan di kota, mereka berlomba-lomba memasang pagar yang tinggi agarterlihat hebat.
2.      Tingkat pendapatan
jelas saja terlihat jika penduduk kota dan desa memiliki perbedaan dalam hal tingkat.Biasanya penduduk didesa mendapatkan penghasilan dari bertani ataupun berternak sedangkan di kota biasanya penduduk menjadi karyawan ataupun berdagang. Hasi daribertani biasanya digunakan penduduk desa untuk konsumsi sehari-hari dan sebagiannya lagi untuk dijual. Berbeda halnya dengan di kota yang kebutuhan sehari-harinya biasanya di dapat di warung ataupun pasar swalayan.
3.      Kemajuan teknologi
Kota biasanya lebih cepat dalam hal kemajuan teknologi. Jika dulu hanya orang-orangkota saja yang biasanya menggunakan telephone genggam sekarang seluruh lapisanmasyarakat dapat menggunakan telephone genggam. penduduk kota lebih berpikiranterbuka dalam bidang teknologi. Biasanya penduduk desa akan berfikir dua kali untuk menggunakan barang teknologi karena jika barang tersebut tidak memiliki manfaat biasanya penduduk desa lebih memilih tidak menggunakan teknologi tersebut.
4.      Nilai budaya
Nilai budaya penduduk desa lebih kental dibandingkan nilai budaya pada penduduk kota. Hal ini dikarenakan penduduk desa yang belum tergeser budayanya denganbudaya asing berbeda dengan nilai budaya penduduk kota yang sudah bercampurdengan budaya asing karena budaya asing dengan mudahnya dapat masuk ke dalamkehidupan penduduk kota yang memiliki pemikiran terbuka dan modern. Jika di desamasih ada tradisi untuk berkumpul bersama sanak saudara lainnya ketika panen danmengadakan kegiatan dalam bentuk seni berbeda dengan penduduk kota yang lebihmemilih untuk berkumpul di warung kopi dan menghabiskan waktu disana.
5.      Jumlah penduduk 
Angka urbanisasi (perpindahan penduduk dari desa ke kota) biasanya setiap tahunmeningkat. Hal ini dikarenakan setiap tahun biasanya orang yang mudik pastimembawa saudaranya yang lain ikut kerja di kota untuk merubah nasib denganharapan dapat membiayai saudara-saudara di desa. Hal ini pulalah yang menyebabkanperbedaan jumlah penduduk yang sangat significant. Kota-kota besar penuh denganorang-orang desa yang melakukan urbanisasi dengan harapan dapat merubah hidup.Sedangkan didesa yang tinggal hanya petani-petani yang memiliki lading untuk di olah.Jadi jika kehidupan di kota yang memiliki banyak penduduk ramai berbeda dengandidesa yang ramai jika sanak saudara yang lain pulang mudik.
Pada zaman dahulu yang namanya desa dan kota sangat mencolok perbedaannya, dari segala aspek jelas sangat berbeda, secara garis besar contoh perbedaan itu adalah :
  • Lingkungan & Pola Hidup
Masyarakat desa mempunyai image saling menolong, saling tegur sapa, dan semuanya yang bisa menguatkan silaturrahmi, sedangakan masyarakat kota mungkin karena sibuk jadi tidak sempat melakukan itu, sehingga terkesan individualis.


  • Keadaan Alam
Keadaan alam yang asri membuat udara di sekitar pedesaan menjadi lebih segar, sehat, nyaman dipandang mata sedangkan di kota penuh dengan asap kendaraan, asap rokok dan tak ada tumbuhan yang mengurangi itu.
  • Ilmu Teknologi
Gaptek bisa dinobatkan pada masyarakat pedesaan, mengingat ilmu teknologi yang selalu update setiap detik dan mereka tak bisa mengikuti, hal yang berbeda di alami oleh masyarakat kota, ilmu teknologi sudah mengiringi mereka dalam membantu pekerjaannya.
  • Fasilitas
Tradisional adalah alat semua fasilitas yang mengikuti kegiatan sehari sehari masyarakat desa, pasar adalah andalan mereka jika ingin membeli kebutuhan sehari – hari dalam jumlah besar. Mall, hypermart adalah tempat yang sangat pas dalam mencari kebutuhan masyarakat kota. BerAC, bersih, modern, dll.
  • Adat Istiadat
Masih kentalnya acara – acara yang bisa membuat masyarakat desa berkumpul, saling ngobrol, meskipun just say “hello” atau “gimana keadaannya?”. Acara yang dimaksut seperti : PKK, ronda malam, acara rutin kumpul RT, perkumpulan remaja kampung seperti “karang taruna”. Di kota lebih fleksibel, rangkaian bunga yang dibubuhi 1 kalimat ucapan menjadi alternative jika orang tak bisa hadir dalam acara yang mungkin hanya ada 1 kali dalam setahun.
  • Lingkungan & Pola Hidup
Semakin banyaknya urbanisasi yang terjadi pada zaman sekarang, membuat pola hidup dan lingkungan menjadi hampir mirip,  Hal itu terjadi karena memang mereka para urban membaur dengan orang kota dan tidak menutup kemungkinan kebiasaan mereka yang positif menjadi bahan tiru tiruan para masyarakat kota. Contohnya saling tegor sapa, atau yang lebih ekstrim masyarakat kota mulai belajar bahasa dari teman – temannya yang mungkin dari daerah tertentu, karena hal itu bisa dianggap menarik.
  • Keadaan Alam
Keadaan ini yang membuatku miris, baik di desa maupun di kota, persediaan tumbuhan hijau semakin sedikit, hal ini diberlakukannya pembangunan pedesaan untuk memenuhi kebutuhan fasilitas warga desa. Sehingga keadaan alam desa dan kota hampir sama sekarang.
  • Ilmu Teknologi
Adanya program “internet masuk desa” atau banyaknya pemuda desa yang bersekolah di kota membuat pengetahuan masyarakat desa jadi maju selangkah. Suatu dampak yang positif menurutku. Sehingga masyarakat desa dan kota dapat bersaing, dan terbukti sudah ada contoh persaingan masyarakat desa dan kota dalam perlombaan Lomba Kompetensi Siswa (LKS) yang di ikuti oleh seluruh Indonesia berbaur menjadi satu, tak peduli masyarakat desa ataupun kota, tapi kemampuan yang dikompetisikan.
  • Fasilitas
Karena adanya pembangunan desa, fasilitas di desa dibuat sedemikian rupa agar sama dengan keadaan kota, meskpun tak se-mewa dan se-modern kota tapi paling tidak lebih bersih dan nyaman.
  • Adat Istiadat
Baik di kota maupun di desa sama sama berkurang mengenai adat istiadan nenek moyang, hal ini dikarenakan ilmu teknologi yang semakin maju sehingga masyarakat menjadi lebih condong ke ilmu teknologi. Di samping itu semakin sedikit orang yang kental adat istiadatnya, sehingga tak bisa mensosialisasikan pada masyarakat yang terus berkembang biak berlomba lomba dalam melestarikan keturunan masing masing sehingga kepadatan penduduk menjadi salah satu masalah besar di Indonesia, hahaha.
Mungkin begitulah opiniku mengenai masayarakat desa dan kota untuk kondisi sekarang. Memang ada pro dan kontra atas semua perubahan yang terjadi pada masa sekarang. But itu tak menjadi masalah yang signifikan karena pada dasarnya masyarakat desa dan kota bukan bertolak belakang melainkan saling melengkapi antara satu dengan yang lain. Hahaha tambah bingung bukan ? tadi bilang bertolak belakang, bahkan menyebutnya berbeda, dan tidak ada perbedaan pada masa sekarang, nah sekarang malah saling melengkapi .
Ø  Potensi Desa
Potensi desa dapat terbagi dalam dua macam yaitu :
1. Potensi Fisik
a) Tanah mencakup berbagai macam kandungan kekayaan yang terdapat di dalamnya.misalnya kesuburan,tanah,bahan tambang,dan mineral.
b) Air meliputi sumber air dan fungsinya sebagai pendukung kehidupan manusia.air sangat dibutuhkan oleh setiap mahkluk hidup untuk bertahan hidup dan juga aktivitas sehari-hari.
c) Iklim sangat erat kaitannya dengan temperatur dan curah hujan yang sangat mempengaruhi setiap daerah, sehingga corak iklim sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat desa agraris.
d) Ternak berfungsi sebagai sumber tenaga dan sumber gizi bagi masyarakat pedesaan.pada desa agraris, ternak juga dapat menjadi investasi dan sumber pupuk.
e)  Manusia merupakan sumber tenaga dalam proses pengolahan lahan petani, sehingga manusia sebagai potensi yang sangat berharga bagi suatu wilayah untuk mengelolah sumber daya alam yang ada.
2.Potensi Nonfisik
a. Masyarakat desa cirinya memiliki semangat kegotongroyongan yang tinggi dalam  ikatan kekeluargaan yang erat (gemeinschaft) merupakan landasan yang kokoh bagi kelangsungan program pembangunan.
b. Lembag-lembaga sosial,pendidikan,serta organisasi sosial desa.Lembaga-lembaga tersebut banyak memberikan pembinaan dan arah bagi perkembangan dan pelaksanaan pembangunan desa dalam meningkatkan taraf hidup warganya.lembaga-lembaga sosial yang terdapat di desa,antara lain yaitu lembaga:
·       Pemerintahan, seperti Badan Perwakilan Desa (BPD).
·       Pendidikan, seperti perpustakaan desa, kelompencapir, penyuluhan, simulasi,dan lain-lain.
·       Kesehatan, seperti puskesmas, posyandu, dan BKIA.
·       Ekonomi, seperti Koperasi Unit Desa (KUD) dan lumbung desa.
c.  Aparatur dan pamong desa merupakan sarana pendukung kelancaran dan ketertiban pemerintahan desa.perannannya sangat penting bagi perubahan dan tingkat perkembangan desa.
Potensi fisik dan nonfisik desa tersebut merupakan factor penunjang peranan desa sebagai hinterland, yaitu daerah penghasil bahan-bahan pokok bagi masyarakat kota. Potensi fisik dan nonfisik antar desa berlainan satu sama lain, hal ini dikarenakan:
1. Perbedaan lingkungan geografis, seperti luas wilayah, jenis tanah, tingkat  kesuburan,       sumber daya alam, dan penggunaan lahan.
2. Perbedaan kondisi demografi, meliputi jumlah, kepadatan, serta persebaran penduduk. 
Secara umum, tingkat kemajuan suatu desa ditentukan oleh:
1. Potensi desa, yang mencakup potensi sumber daya alam, masyarakat desa, dan aparatur     desa.
2. Interaksi antara desa dan kota, antara desa satu dan desa yang lainnya, serta   perkembangan sarana trasportasi dan komunikasi antar wilayah.
3. Lokasi suatu desa terhadap daerah sekitarnya yang lebih maju.
Potensi Desa & Kaitannya dengan Perkembangan Desa-Kota
Secara umum, desa merupakan permukiman penduduk yang terletak di luar kota dan mata pencaharian sebagian besar penduduknya di bidang agraris. Kebanyakan orang sering menyebutnya dengan kampung. Berdasarkan hasil sensus penduduk tahun 2000, persentase penduduk Indonesia di perkotaan adalah 42,0%. Ini berarti, persentase penduduk yang tinggal di perdesaan masih lebih tinggi, yaitu 58% dari jumlah penduduk Indonesia. Kebanyakan penduduk perdesaan bekerja di bidang pertanian, sehingga dapat dikatakan bahwa desa-desa di Indonesia pada umumnya berfungsi sebagai desa agraris. Mengapa bidang pertanian menjadi andalan mata pencaharian penduduk di desa? Bagaimana menurutmu?

Menurut Bintarto, desa memiliki tiga unsur utama yang meliputi daerah, penduduk, dan tata kehidupan.
a. Daerah (Wilayah)
Daerah yang dimaksud berupa lahan yang produktif maupun yang tidak produktif, termasuk penggunaan tanah, letak, luas, dan batas lahan di lingkungan setempat. Unsur daerah meliputi lahan di desa, misalnya lahan pekarangan, persawahan, tegalan, dan permukiman.
b. Penduduk
Unsur desa ini meliputi jumlah, pertambahan, kepadatan, persebaran, dan mata pencaharian penduduk desa setempat. Unsur ini terkait dengan kualitas dan kuantitas penduduk desa.
c. Tata Kehidupan
Tata kehidupan desa berupa pola tata pergaulan dan ikatan-ikatan pergaulan penduduk desa. Tata pergaulan berkaitan dengan selukbeluk kehidupan masyarakat desa (rural society). Tata kehidupan ini erat kaitannya dengan usaha penduduk desa dalam mempertahankan hidup dan meningkatkan kesejahteraan. Ketiga unsur tersebut merupakan satu kesatuan hidup (living unit). Kemajuan desa dipengaruhi oleh unsur-unsur tersebut terutama yang berkaitan dengan faktor usaha manusia (human efforts) dan tata geografi (geographical setting).

Kemajuan dan kemakmuran desa ditentukan oleh usaha penduduk desa selain tata geografinya. Desa yang memiliki banyak sumber daya alam tetapi penduduknya tidak cukup mempunyai keterampilan, pengetahuan, dan semangat membangun mengakibatkan desa kurang maju. Sebaliknya, meskipun desa memiliki sumber daya alam terbatas tetapi penduduknya terampil, berpengetahuan, dan bersemangat dalam membangun desa sehingga mampu mengatasi hambatan alam dan geografis wilayah maka desa akan cepat maju.

Letak suatu desa pada umumnya jauh dari pusat keramaian. Desa yang terletak di perbatasan kota mempunyai kemungkinan lebih berkembang dibanding desa-desa di pedalaman. Unsur letak menentukan besar kecilnya isolasi suatu desa terhadap desa lain. Desa yang terletak jauh dari kota memiliki lahan yang luas. Penggunaan lahan lebih banyak untuk pertanian tanaman pokok dan tanaman perdagangan daripada untuk gedung-gedung atau perumahan.

Desa memiliki fungsi penting bagi perkembangan daerah sekitarnya. Fungsi desa sebagai berikut.
a. Dalam interaksi desa-kota, desa berfungsi sebagai daerah dukung (hinterland) atau daerah penyuplai bahan makanan pokok, seperti padi, jagung, ketela, kacang, kedelai, buah-buahan, sayur-sayuran, dan daging hewan.
b. Desa berfungsi sebagai lumbung bahan mentah (raw material) dan tenaga kerja (man power) ditinjau dari sisi potensi ekonomi.
c. Dari sisi kegiatan kerja (occupation), desa dapat berfungsi sebagai desa agraris, desa manufaktur, desa industri, dan desa nelayan.

Kebanyakan desa di Pulau Jawa berfungsi sebagai desa agraris. Meskipun demikian, beberapa desa sudah menunjukkan perkembangan baru, yaitu munculnya industri-industri kecil yang disebut industri perdesaan (rural industries).

Desa mempunyai peran pokok di bidang ekonomi karena menjadi daerah produksi pangan dan komoditas ekspor. Peran penting desa dalam produksi pangan berpengaruh terhadap ketahanan pangan nasional. Selain itu, peningkatan jumlah dan kualitas komoditas, seperti kelapa, kelapa sawit, lada, kopi, cengkih, teh, dan karet juga penting untuk meningkatkan ekspor dan devisa negara. Penduduk desa nelayan banyak menghasilkan bahan pangan protein tinggi, seperti ikan dan udang. Mereka memenuhi kebutuhan ikan dan udang dalam negeri serta untuk komoditas ekspor.

Peranan desa dalam pembangunan wilayah sangat penting karena banyak potensi yang dimilikinya. Pengembangan desa perlu mempertimbangkan potensi desa. Desa memiliki potensi fisik dan nonfisik. Apakah potensi fisik dan nonfisik yang dimiliki desa? Potensi fisik antara lain berupa lahan, air, iklim, flora, dan fauna.
a. Lahan
Lahan tidak hanya sebagai tempat tumbuh tanaman, tetapi juga sebagai sumber bahan tambang dan mineral. Lahan memiliki jenis tanah yang menjadi media bagi tumbuhnya tanaman tertentu. Misalnya, jenis tanah aluvial cocok bagi tanaman padi, jagung, dan kacang, jenis tanah berkapur cocok bagi tanaman jati dan tebu. Pada lahan juga dimungkinkan terjadi eksploitasi bahan tambang seperti batu bara, batu kapur, pasir kuarsa, batu marmer, dan sebagainya.
b. Air
Pada umumnya desa memiliki potensi air yang bersih dan melimpah. Dari dalam tanah, air diperoleh melalui penimbaan, pemompaan, atau mata air. Air digunakan penduduk desa untuk keperluan minum, irigasi, mencuci, memasak, dan keperluan lain. Secara kuantitas dan kualitas, air di perdesaan dapat diandalkan untuk memenuhi kebutuhan air penduduknya.
c. Iklim
Iklim memegang peranan penting bagi pertanian desa. Iklim dipengaruhi oleh ketinggian tempat. Pada ketinggian tertentu, suatu desa menjadi maju karena kecocokan iklimnya bagi pengembangan tanaman dan pemanfaatan tertentu. Seperti perkebunan buah, tempat rekreasi, dan tempat peristirahatan.
d. Flora dan Fauna
Di desa masih banyak lahan yang dapat dikembangkan untuk usaha di bidang pertanian. Berbagai jenis tanaman pangan dan hewan ternak banyak dibudidayakan di daerah perdesaan. Hal itu merupakan upaya pemenuhan kebutuhan pangan di daerah perdesaan maupun di perkotaan.

Selain potensi fisik, desa juga memiliki potensi nonfisik. Potensi nonfisik desa antara lain sebagai berikut.
a. Penduduk Desa
Masyarakat desa merupakan kelompok sosial dengan hubungan yang erat dengan solidaritas tinggi. Hal itu merupakan kekuatan dalam membangun wilayah perdesaan .
b. Lembaga dan Organisasi Sosial
Lembaga atau organisasi sosial merupakan suatu badan perkumpulan yang membantu masyarakat desa dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya: Koperasi Unit Desa (KUD), Balai Kesehatan Ibu dan Anak (BKIA), dan lain sebagainya.
c. Aparatur dan Pamong Desa
Aparat desa bertugas menjaga kelancaran administrasi desa dan menggerakkan sumber daya manusia di desa. Contoh: kepala desa, kepala dusun, kepala adat, dan lain-lain.

Potensi yang dimiliki oleh setiap desa sesungguhnya berbeda. Mengapa demikian? Karena ada perbedaan lingkungan geografis dan keadaan penduduknya. Selain itu, luas lahan, jenis tanah, dan tingkat kesuburan juga tidak sama. Sumber air dan tata air yang berlainan menyebabkan corak kehidupannya juga berbeda.

Keadaan dan tata kehidupan penduduk desa memengaruhi karakteristik dan tingkat kemajuan desa. Sebutan desa tradisional, desa swadaya, desa swakarya (sedang berkembang), dan desa swasembada (maju) menunjukkan tingkat kemajuan desa. Faktor apakah yang menentukan kemajuan desa? Faktor-faktor yang menentukan kemajuan desa sebagai berikut.
a. Potensi Desa
Potensi desa mencakup sumber daya alam dan sumber daya manusia. Penduduk desa dan pamong (aparatur) desa merupakan sumber daya manusia yang sangat menentukan kemajuan desa.
b. Interaksi dengan Daerah Lain
Interaksi dapat terjadi antara desa dengan desa, serta desa dengan kota. Perkembangan komunikasi dan transportasi memudahkan interaksi desa dengan daerah lain sehingga desa semakin maju.
c. Lokasi Desa
Lokasi desa berkaitan dengan letak desa terhadap daerah di sekitarnya. Desa akan lebih berkembang apabila lokasinya berdekatan dengan daerah yang lebih maju.

Pada waktu lalu, orang beranggapan bahwa modernisasi hanya berlaku di daerah kota. Anggapan itu tentu saja tidak benar, pembangunan sarana dan prasarana transportasi dan komunikasi menyebabkan perdesaan semakin maju. Pembangunan jalan dan jumlah kendaraan bermotor yang semakin banyak di perdesaan telah meningkatkan interaksi desa kota.
Ø  Potensi Kota
·         potensi pengembangan industri kecil bahkan sampai dengan pangsa ekspor
·         Potensi lainnya adalah sektor wisata alam. Potensi wisata ini semakin besar dengan kekayaan budaya tradisional
·         Potensi Infrastruktur, dari sisi transportasi, jarak jalan adarat
·         Potensi Kelistrikan dan Telekomunikasi,

Komplementaris antara desa dengan kota (wilayah yang saling melengkapi)
Wilayah yang memiliki potensi sumber daya yang berbeda-beda baik secara kualitas maupun kuantitasnya. Perbedaan sumber daya kota dan desa menyebabkan timbulnya interaksi. Jadi ada kebutuhan saling melengkapi atau komplementaritas. Ini didorong oleh permintaan dan penawaran. Perancis berdagang anggur dengan Belanda karena Belanda merupakan konsumennya. Relasi komplementaritas hanya terjadi jika tawaran bermanfaat bagi pihak yang minta. Manfaatnya ditentukan oleh banyak hal seperti : budaya, pengetahuan, teknik, kondisi kehidupan dan sebagainya. Semakin besar komplementaritas, semakin besar arus komoditas.
Batas-batas desa dan kota sudah mulai samar. Konsep kota bisa muncul di daerah perdesaan dan sebaliknya konsep desa dapat muncul di perkotaan. Warga kota tergantung ke desa, warga perdesaan bisa tergantung ke perkotaan. Sebagian besar hubungan desa-kota yang terjadi selama ini diwarnai oleh motif-motif eksploitatif sehingga warga perdesaan mengalami proses pemiskinan. Karena itu, warga desa dan kota perlu melakukan pembangunan kembali membangun hubungan mereka secara setara agar tercipta hubungan yang lestari.

Manfaat Interaksi Desa-Kota bagi Perkotaan :
1)   Terpenuhinya sumber daya alam sebagai bahan mentah/bahan baku industri.
2)   Terpenuhinya kebutuhan pokok yang dihasilkan pedesaan.
3)   Terpenuhinya kebutuhan tenaga kerja yang dibutuhkan bagi perkotaan.
4)   Tersedianya tempat pemasaran hasil industri.

Manfaat Interaksi Desa-Kota bagi Pedesaan :
1)   Terpenuhinya barang-barang yang tidak ada di desa
2)   Masuknya pengaruh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dari kota ke pedesaan.
3)   Membuka lapangan kerja baru di sektor pertanian.

 sumber :



 


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar