Rabu, 23 Mei 2012

patahan


Patahan
Hampir semua batuan penyusun kulit bumi tidak lepas dari pengaruh stress yang sangat kuat. Batuan yang ‘brittle’ (kaku’) sangat mudah patah dan putus jika dibawah pengaruh gaya kompressi maupun tarikan, sehingga batuan akan patah membentuk pegunungan Patahan.

Lapisan batuan penyusun kerak bumi yang mengalami patahan sebagaimana batuan yang mengalami perlipatan akan berubah menjadi Pegunungan Patahan, jika lapisan batuan mengalami patahan turun berjenjang maka akan membentuk Pegunungan Blok, atau jika patahan tersebut bersekala kecil maka kenampakan patahan berjenjang tersebut dapat diamati secara langsung di singkapan batuan, terutama pada singkapan tebing-tebing jalan yang digali untuk perluasan jalan atau pada tebing sungai tersingkap karena oleh kikisan arus air pada tebing/dinding batuan sungai, seperti pada gambar berikut :

Oleh karena permukaan batuan berhubungan langsung dengan faktor luar yang cenderung mempengaruhi sifat fisik maupun kimiawi batuan sehingga permukaan lapisan batuan yang terpatahkan, mengalami pelapukan dan terkikis sehingga kenampakan bentuk patahan sebenarnya berjenjang membentuk undak-undak patahan akan menjadi rata dan permukaan batuannya dilapisi dengan soil atau tanah penutup.
Pada daerah-daerah yang mempunyai susunan batuan yang berumur tua seperti kondisi singkapan batuan yang ada di Sulawesi Selatan,tidak akan kita jumpai lagi kenampakan ideal dari pada Pegunungan vokano/Gunungapi, Pegunungan lipatan ataupun Pegunungan Blok yang pada awalnya dibentuk oleh gunungapi, oleh karena pelapukan sudah berlangsung jutaan tahun. Yang dapat kita jumpai hanyalah Jalur-jalur Pegunungan yang telah mengalami proses denudasi atau menuju ke proses perataan menjadi Peneplain, bahkan bagian bawah kaki lereng sudah ceenderung membentuk pedatan/plain berupa dataran pantai, dataran banjir, bahkan dataran danau. Pada singkapan batuannyasangat sulit dijumpai singkapan yang baik dan ideal.
http://artikelbiboer.blogspot.com/2010/01/perlipatan-folding-dan-patahan.html


setelah ngintip di sitemeter, ternyata banyak jg yg cari2 tau apa itu patahan atau sesar…mmhhh, menarik…itu artinya memang udah banyak orang yg mulai tertarik untuk tau lebih banyak lg tentang geology…terutama hal2 yg banyak berkaitan dengan negri kita ini…salut…
patahan atau sesar (atau istilah geology-nya "fault") adalah satu bentuk rekahan pada lapisan batuan bumi yg me-mungkin-kan satu blok batuan bergerak relatif terhadap blok yg lain-nya…pergerakan-nya bisa relatif turun, relatif naik, ataupun bergerak relatif mendatar terhadap blok yg lain-nya…pergerakan yg tiba2 dr suatu patahan atau sesar bisa mengakibatkan gempa bumi…
patahan/sesar turun (atau di-sebut jg patahan/sesar normal) adalah satu bentuk rekahan pada lapisan bumi yg me-mungkin-kan satu blok batuan bergerak relatif turun terhadap blok lainnya…
gambar di-samping bisa ngejelasin dgn baik…blok yg ada di bagian bawah patahan/sesar disebut sebagai foot wall dan blok yg ada di bagian atas patahan/sesar disebut sebagai hanging wall…pada sesar turun, bagian hanging wall akan bergerak relatif turun terhadap foot wall-nya…mudah bukan pengertian-nya…?
patahan/sesar ini bisa di-bayang-in sebagai satu bidang miring imaginer yg me-misah-kan dua blok lapisan batuan…fault scarp adalah bidang miring imaginer tadi atau dalam kenyataan-nya adalah permukaan dr bidang sesar…sebagai acuan pada gambar di samping: lapisan batuan dgn warna lebih merah pada bagian hanging wall berada pada posisi yg lebih bawah (lebih dalam) drpd lapisan yg sama pada foot walloffset ini ini menandakan bagian hanging wall udah bergerak relatif turun terhadap foot wall-nya…
bagaimana dgn patahan/sesar naik (istilah geology-nya adalah "reverse fault")…? teori dasar-nya sama saja dgn patahan/sesar turun, tapi untuk sesar naik ini bagian hanging wall-nya relatif bergerak naik terhadap bagian foot wall…salah satu ciri sesar naik adalah sudut kemiringan dr sesar itu termasuk kecil, berbeda dgn sesar turun yg punya sudut kemiringan bisa mendekati vertical (gambar di samping kaya-nya cuman sebagai pe-nyederhana-an saja)…keliatan kan lapisan batuan yg berwarna lebih merah pada hanging wall berada pada posisi yg lebih atas (lebih shallow) drpd lapisan batuan yg sama pada foot wall…ini menandakan lapisan yg ada di hanging wall udah bergerak relatif naik terhadap foot wall-nya…
kenapa sudut kemiringan itu bisa berbeda untuk dua sesar ini…? ide-nya adalah karena di-perlu-kan satu gaya/energi yg memungkinkan dua blok ini bergerak satu sama lain…gaya/energi untuk menimbul-kan satu blok bergerak relatif turun terhadap blok yg lain-nya mungkin  tidak sebesar gaya/energi untuk meng-gerak-kan satu blok relatif naik terhadap blok yg lain-nya…
apa kabar patahan/sesar mendatar…? patahan/sesar ini bisa di-bagi dua lg: sesar mendatar mengiri (satu blok bergerak relatif ke kiri terhadap blok ya lain-nya) dan sesar mendatar menganan (satu blok bergerak relatif ke kanan terhadap blok yg lain-nya)…binun…? gambar di samping mungkin bisa lebih menjelaskan…ide-nya sama saja dgn sear turun ataupun sesar naik: ada gaya/energi yg menggerakkan dua blok tersebut, hanya saja pada sesar mendatar ini gaya/energi-nya ada pada arah horizontal…lapisan batuan yg berwarna lebih merah pada blok sebelah kiri berada pada posisi yg relatif sama dgn lapisan batuan pada blok sebelah kanan, hanya saja blok sebelah kiri ini udah bergerak relatif mendatar terhadap blok yg sebelah kanan…pada gambar di sebelah di-tanda-i dgn bergerak-nya pagar di permukaan dua blok tersebut…
mudah2an penjelasan di atas bisa memberikan gambaran bagaimana sih sebenernya patahan/sesar/fault itu…terutama sebagai basic hubungan antara sesar/patahan/fault dgn gempa bumi yg sering mampir ke Indonesia…

Tenaga Endogen dan Tenaga Eksogen
Pembentukan Muka Bumi
Bentuk-bentuk permukaan bumi terbentuk lewat proses pembentukan dan perombakan permukaan bumi yang berlangsung cukup lama. Perubahan permukaan bumi terjadi oleh tenaga geologi yang terdiri dari tenaga endogen dan tenaga eksogen.
Tenaga Endogen

Tengaga Endogaen juga bisa disebut juga tenaga tektonik.Tenaga Endogen adalah tenaga yangberasala dari dalam bumi. Tenaga Endogen terdiri dari proses diatropisme dan proses vulkanisme. Tenaga Endogen sering menekan di sekitar lapisan-lapisan batuan pembentuk kulit bumi (litosfer)
Proses Diastropisme
Proses Diastropisme adalah proses strutual yang mengakibatkan terjadinya lipatan dan patahan tanpa dipengaruhi magma tapi tenaga dari dalam bumi.
Proses Patahan
Proses datropisme juga dapat menyababkan truktur lapisan-lapian batuan retak-retak dan patah. Lapiasan batuan yang mengalami proses patahan ada yang mengalami pemerosotan yang membentuk lemdh patahan dan ada yang terangkat membentuk puck patahan. Lembah patahan disebut slenk atau graben sedangkan puncak patahan dinamakan horst.

Bottom of Form

1.         Diastropisme
                Yaitu semua peristiwa yang berhubungan dengan kekuatan gaya tarik menarik pada bagian kulit muka bumi sehingga menghasilkan bentuk patahan dan lipatan. Patahan akan terjadi bila struktur batuan mendapatkan tekanan yang sangat besar yang melewati batas titik patah batuan, sedangkan akan terjadi lipatan jika  tekanan horizontal saling bertemu pada suatu titik batuan yang elastis.
a.      Patahan
Patahan dibedakan dalam beberapa bentuk sebagai berikut:
1)       Patahan normal yaitu patahan yang arah lempeng batuannya  mengalami penurunan yang mengikuti arah
gaya berat.
2)      Patahan reverse yaitu patahan yang arah lempeng batuannya bergerak naik berlawanan dengan arah gaya
berat.
3)      Patahan slip fault yaitu patahan yang dipengaruhi oleh dua tenaga penggerak lapisan batuan yang saling
bertemu  berawanan arah.

 
      


b.      Lipatan
Berdasarkan sumbunya, lipatan dibedakan:
1)       Lipatan tegak yaitu lipatan yang mempunyai antiklinal dan sinklinal dengan letak yang simetrik  terdapat   
        sumbu lipatan di sampingnya.
2)      Lipatan miring yaitu lipatan  yang mempunyai antiklinal agak miring
3)      Lipatan menggantung yaitu lipatan yang mempunyai antiklinal dan sinklinal  yang lebih miring daripada lipatan miring.
4)      Lipatan isoklinal yaitu lipatan yang mempunyai beberapa antikinal yang relatif sejajar.
5)      Lipatan rebah yaitu lipatan yang terjadi karena adanya tekanan yang kuat yang mendorong bagian dasar dari lipatan.

2.         Vukanisme
                Yaitu peristiwa yang berhubungan dengan keluarnya magma ke permukaaan bumi. Magma sendiri merupakan campuran batuan cair pijar, liat, dan sangat panas yang terdapat pada lapisan kerak bumi. Magma ketika sudah sampai di permukaan bumi disebut sebagai lava.





Ada tiga zona tempat terjadinya vulkanisme, yaitu:
1)                   Vulkanisme pada zona divergen,  yaitu gunung api yang muncul pada jalur rekahan antar lempeng kerak bumi. Magma pada gunung api zona ini berasal dari lapisan astenosfer/mantel bumi, yang keluar melalui sela-sela retakan lempeng. Magmanya  sangat cair, sehingga tidak menghasilkan letusan yang eksplosif. Apabila terjadinya di tengah laut, menghasikan relief yang berupa igir tengah samudera (mid oceanic ridge),  yakni igir yang memanjang sepanjang jalur rekahan lempeng atau berupa dataran lava yang luas.
2)                  Vulkanisme pada zona konvergen,  yaitu gunung api yang muncul pada zona pertemuan antara dua lempeng kerak bumi. Magmanya berasal dari pencairan endapan laut yang berasal dari darat ketika menyusup (subduksi) ke bawah lempeng benua.  Endapan tersebut mempunyai tekanan yang besar dan bersuhu panas, yang semakin lama semakin bertambah, sehingga mempunyai kekuatan untuk mendesak keluar, yang biasanya menhasilkan letusan yang dahsyat. Gunung api yang dihasilkan umumnya berbentuk kerucut, karena material letusannya yang cenderung kental padat. Contoh gunung api pada zona ini antara lain: gunung Kelud, Gunung Merapi, Gunung Krakatau, Gunung Fujiyama.




3)            Vulkanisme pada tengah lempeng kerak bumi yaitu gunung api yang muncul di tengah-tengah lempeng kerak bumi tanpa adanya   retakan. Magmanya berasal pencairan astenosfer di bawah kerak bumi karena adanya penumpukan mineral radioaktif. Pencairan tersebut menyebabkan kerak bumi menjadi tipis dan mudah ditembus oleh magma, dan biasanya magmanya sangat cair serta tidak menghasilkan letusan yang hebat.
Dilihat dari bentuknya, gunung api dibedakan menjadi tiga yaitu:
1)                   Gunung api kerucut (strato)
Gunung api ini terbentuk karena letusan (eksplosif) serta lelehan (efusif) terjadi secara bergantian, sehingga terjadi penyusunan material pembentuk tubuh gunung api yang beragam, yang semakin tinggi dan mengerucut seiring dengan semakin seringnya terjadi letusan.
2)                  Gunung api perisai (tameng)
Yaitu gunung api yang berbentuk seperti perisai, terjadi karena lelehan magma yang bersifat sangat cair, sehingga membentuk lereng yang sangat landai, dengan kemiringan 1° - 10°.
3)                  Gunung api maar (corong)
Yakni gunung api yang berbentuk seperti corong, terbentuk karena letusan yang hebat disertai dengan keluarnya gas yang menhilangkan bagian puncak gunung, sehingga terbentuk kawah yang dikelilingi tanggul. Bagian lekuk kawah biasanya ada yang terisi air yang menyebabkan terjadinya danau kawah.




        


               



1.     Diastropisme
    Yaitu semua peristiwa yang berhubungan dengan kekuatan gaya tarik menarik pada bagian kulit muka bumi sehingga menghasilkan bentuk patahan dan lipatan. Patahan akan terjadi bila struktur batuan mendapatkan tekanan yang sangat besar yang melewati batas titik patah batuan, sedangkan akan terjadi lipatan jika tekanan horizontal saling bertemu pada suatu titik batuan yang elastis.
1.      Patahan
Patahan dibedakan dalam beberapa bentuk sebagai berikut:
1.      Patahan normal yaitu patahan yang arah lempeng batuannya mengalami penurunan yang mengikuti arah
gaya berat.
2.      Patahan reverse yaitu patahan yang arah lempeng batuannya bergerak naik berlawanan dengan arah gaya
berat.
3.      Patahan slip fault yaitu patahan yang dipengaruhi oleh dua tenaga penggerak lapisan batuan yang saling
bertemu berawanan arah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar